Percakapan Malam dan Pasir
Kenapa kau ada disini?Tanyaku pada pasir
Kau selalu disini bersama dengan buih
Sembari bercakap dengan angin yang berdesir
Apa kau tak takut mati
oleh nyerinya sepi
atau ganasnya mentari?
Untuk apa aku takut
Jawab pasir kepadaku
Sepi bukanlah musuh yang membunuh
Fajar pun tak akan memburu
Hanya tak akan aku ragu
Menunggu buih menuju
Setidaknya ia akan membawa sebagian diriku
Lebih dalam, lebih biru
Aku tertawa
Begitu keras, tandas
Hingga tak sempat kupandang pasir menatap balas
Meski masih kudengar lengkingannya berteriak
Menimpaliku dengan jutaan tanya
"Kenapa pula kau ada disini?"
Kau tahu jawabannya, pasir
Untuk itulah aku hadir
Kau lihat cahaya itu?
Kerlingku pada bulan
Simpanlah
Kau mungkin tak akan melihatnya selepas aku enyah
23.03
Kau selalu disini bersama dengan buih
Sembari bercakap dengan angin yang berdesir
Apa kau tak takut mati
oleh nyerinya sepi
atau ganasnya mentari?
Untuk apa aku takut
Jawab pasir kepadaku
Sepi bukanlah musuh yang membunuh
Fajar pun tak akan memburu
Hanya tak akan aku ragu
Menunggu buih menuju
Setidaknya ia akan membawa sebagian diriku
Lebih dalam, lebih biru
Aku tertawa
Begitu keras, tandas
Hingga tak sempat kupandang pasir menatap balas
Meski masih kudengar lengkingannya berteriak
Menimpaliku dengan jutaan tanya
"Kenapa pula kau ada disini?"
Kau tahu jawabannya, pasir
Untuk itulah aku hadir
Kau lihat cahaya itu?
Kerlingku pada bulan
Simpanlah
Kau mungkin tak akan melihatnya selepas aku enyah
23.03


Komentar
Posting Komentar